Highlight
Bestindotech- Layar iPhone Duo 7,6 inci pakai lapisan nanotexture permanen seperti iPad dan MacBook, tanpa perlu screen protector.
- iPhone Duo pakai Touch ID, bukan Face ID, dengan kamera selfie tersembunyi di bawah layar via Under Display Camera.
- Harga starting iPhone Duo diumumkan 1.999 USD atau sekitar 35 juta rupiah untuk varian 256GB, sementara versi 512GB hanya tambah 200 USD dari harga dasar.
Where to Buy
3 products
Bestindotech may earn a commission from these links, at no extra cost to you.
Ponsel lipat sudah lama jadi wilayah bermain Samsung, Huawei, sampai OPPO, tapi satu nama besar selama ini absen total dari kategori ini. Setiap tahun rumor soal ponsel lipat Apple selalu muncul, dan setiap tahun juga selalu kandas jadi sekadar spekulasi. Jadi ketika akhirnya ada kesempatan buat pegang langsung unit hands-on-nya di lokasi acara, ini bukan sekadar produk baru biasa, ini momen yang ditunggu cukup lama oleh siapa pun yang penasaran bagaimana Apple menerjemahkan konsep lipat versi mereka sendiri.
Momen itu terjadi langsung di Apple Park, tepatnya dari area Steve Jobs Theater, saat Apple resmi memperkenalkan iPhone Duo. Ini adalah smartphone foldable pertama dari Apple, dan waktu hands-on yang tersedia memang terbatas, tapi cukup untuk menangkap beberapa detail penting yang membedakan pendekatan Apple dari ponsel lipat yang sudah lebih dulu beredar di pasaran.
Layar Lebar dengan Sentuhan Nanotexture

Dari sisi ukuran, iPhone Duo punya layar luar 5,4 inci yang terasa lebih lebar dibanding kesan pertama saat melihat bentuk fisiknya. Format luarnya memang mengingatkan pada Z Fold 8 dengan bentuk menyerupai paspor, tapi begitu dibuka, layar dalamnya melompat ke 7,6 inci dengan rasio yang konsisten antara layar luar dan layar dalam.
Hal yang membuat layar ini terasa berbeda adalah lapisan nanotexture yang membuat permukaannya matte dan halus, tanpa kesan seperti screen protector tambahan yang biasa terlihat di ponsel lipat lain. Nanotexture ini sebenarnya bukan barang baru, teknologi yang sama sudah dipakai di iPad dan MacBook. Saat ditanyakan langsung ke tim Apple, mereka menyebut lapisan ini bersifat permanen dan tidak perlu diganti-ganti seperti screen protector konvensional. Detail ini penting karena salah satu keluhan umum pengguna ponsel lipat selama ini adalah lapisan pelindung layar yang gampang tergores dan harus rutin diganti.
Yang tidak kalah menarik, layar iPhone Duo sudah kompatibel dengan Apple Pencil, jadi ini pertama kalinya sebuah iPhone bisa dipakai dengan Apple Pencil di luar ekosistem iPad. Sayangnya fitur ini belum langsung tersedia saat peluncuran di bulan Oktober, dan baru akan menyusul setelah unit resmi dipasarkan.
Touch ID Kembali Lewat Kamera Tersembunyi

Salah satu keputusan desain paling mencolok dari iPhone Duo adalah kembalinya Touch ID, menggantikan Face ID yang selama ini jadi standar keamanan biometrik di lini iPhone modern. Di layar depan, kamera selfie ditempatkan di sudut kanan atas, sementara di layar dalam kondisinya jauh lebih rapi karena kamera selfie disembunyikan di bawah panel layar menggunakan teknologi Under Display Camera.
Apple sendiri tidak menyebutnya UDC secara terbuka, melainkan memakai istilah Hidden Face Time Camera untuk fitur ini. Hasilnya, layar dalam terlihat penuh tanpa gangguan lubang kamera atau notch, yang membuat pengalaman visual saat menonton atau membuka aplikasi terasa lebih imersif.
Dua Kamera Saja tanpa Telephoto

Untuk urusan kamera, iPhone Duo hanya dibekali dua lensa, yaitu lensa utama 48MP dan lensa ultrawide. Tidak ada lensa telephoto sama sekali di konfigurasi ini, yang sebenarnya kurang lebih sejalan dengan pendekatan kompetitor ponsel lipat lainnya di pasaran. Keputusan ini menunjukkan bahwa Apple lebih memprioritaskan efisiensi ruang internal untuk mekanisme lipat dibanding mengejar variasi lensa sebanyak mungkin.
Menariknya, beberapa fitur yang sudah familiar dari ponsel lipat lain juga hadir di sini, seperti kemampuan layar depan menampilkan preview saat memotret. Fitur ini berguna banget kalau ingin memotret anak-anak, karena layar depan bisa menampilkan animasi lucu seperti karakter Snoopy untuk menarik perhatian mereka saat sesi foto berlangsung.
Speaker Stereo yang Akhirnya Diperbaiki

Dari sisi hardware, posisi tombol volume iPhone Duo ditempatkan di bagian atas perangkat, mengingatkan pada desain iPad mini, hanya saja orientasinya horizontal karena bentuk ponsel yang dilipat menyamping, bukan vertikal seperti iPad mini pada umumnya.
Satu perbaikan yang dianggap penting adalah penempatan speaker. Selama ini, kritik umum terhadap ponsel lipat adalah suara yang menjadi mono saat perangkat dibuka, karena kedua speaker berada di sisi yang sama. Apple mengatasi ini dengan menempatkan speaker utama di bagian atas dan bawah perangkat, sementara port USB-C dipindah ke bagian atas. Hasilnya, saat perangkat dilipat maupun dibuka, susunan speaker tetap membentuk konfigurasi stereo yang seimbang, dengan speaker berada di posisi kiri bawah dan kanan atas ketika dibuka penuh.
Animasi Software yang Membuat Penasaran

Di antara semua aspek yang dicoba, software menjadi bagian yang paling menonjol. Animasi transisi saat layar berubah dari posisi terbuka ke tertutup menghasilkan efek blur yang halus, baik di layar dalam maupun di bagian luar. Efek transisi semacam ini belum pernah terlihat di smartphone lipat manapun sebelumnya, dan kesan pertamanya terasa soft serta smooth saat dicoba langsung.
Fitur multitasking juga ditunjukkan berjalan super seamless meski baru sempat dicoba sebentar. Begitu juga saat pengujian gaming, transisi dari orientasi layar horizontal ke vertikal, bahkan sampai ke layar depan, berlangsung cepat dan mulus. Rasio layar yang konsisten antara luar dan dalam kemungkinan besar jadi kunci di balik kelancaran transisi ini, dan masih menarik untuk dilihat bagaimana implementasinya di berbagai skenario penggunaan lain ke depannya.
Harga yang Lebih Ramah dari Prediksi

Sebelum peluncuran, banyak prediksi menyebut harga iPhone Duo bakal menyentuh angka 2000 dolar, bahkan ada yang memperkirakan sampai 2500 dolar. Kenyataannya, Apple mengumumkan harga starting di 1.999 USD atau sekitar 35 juta rupiah untuk varian penyimpanan 256GB. Varian 512GB hanya menambah 200 USD dari harga dasar tersebut.
Angka ini penting karena berarti harga iPhone Duo masih berada di kisaran 30 hingga 40 juta rupiah, belum menyentuh angka 50 juta seperti yang banyak dikhawatirkan sebelumnya. Meski begitu, harga resmi saat masuk ke Indonesia masih belum diketahui pasti. iPhone Duo dijadwalkan rilis di bulan Oktober untuk pasar Amerika Serikat, berbeda dengan jadwal rilis iPhone 18 Pro yang lebih dulu meluncur di bulan September.
Kesan Pertama yang Membuat Galau Pilih Warna

Dari sesi hands-on singkat ini, iPhone Duo berhasil menghadirkan kombinasi menarik antara desain yang matang, penyempurnaan speaker yang selama ini jadi kelemahan umum ponsel lipat, dan software yang terasa dipoles dengan detail. Warna biru yang dicoba langsung tampil cakep, sampai muncul kegalauan sendiri antara memilih warna biru atau putih untuk unit yang nanti bakal direview lebih mendalam.
Yang jelas, langkah Apple masuk ke kategori foldable bukan sekadar ikut-ikutan tren. Detail seperti nanotexture permanen, speaker stereo yang tetap seimbang di segala posisi, dan animasi transisi software yang belum pernah terlihat sebelumnya menunjukkan bahwa Apple benar-benar memikirkan pengalaman penggunaan sehari-hari, bukan cuma mengejar status sebagai pemain baru di pasar ponsel lipat.

Comment