iPhone 18 Pro, AirPods 5, dan iPhone Duo: Rekap Lengkap Event Apple

iPhone 18 Pro, AirPods 5, dan iPhone Duo: Rekap Lengkap Event Apple

Highlight

Bestindotech
  • iPhone 18 Pro pakai chip A20 Pro dengan arsitektur mirip chip M di Macbook dan diklaim jadi peningkatan baterai paling signifikan di antara seri iPhone sebelumnya.
  • iPhone Duo usung layar luar 5,4 inci dan layar dalam 7,6 inci Nano Texture, dilengkapi kamera under display dan speaker stereo aktif saat dilipat maupun dibuka.
  • Harga iPhone 18 Pro naik sekitar 100 dolar AS, sedangkan case AirPods 5 justru turun jadi sekitar 2,6 juta rupiah.
Slot tersediaPasang Iklan Brand Anda di SiniWhatsApp

Where to Buy

1 product

Bestindotech may earn a commission from these links, at no extra cost to you.

Setiap event Apple selalu punya cara sendiri untuk membuat orang penasaran, bukan cuma soal spesifikasi di atas kertas, tapi soal bagaimana rumor yang beredar berbulan-bulan akhirnya dikonfirmasi atau malah dipatahkan di depan mata. Tahun ini pun sama, dan rasanya menyenangkan bisa langsung berada di Steve Jobs Theater untuk menyaksikan sendiri produk-produk yang selama ini hanya jadi bahan bocoran.

Ada tiga lini produk besar yang diumumkan, mulai dari iPhone 18 Pro series, AirPods 5, Apple Watch Series 12 dan Ultra 4, hingga yang paling ditunggu yaitu iPhone lipat yang akhirnya resmi diberi nama iPhone Duo. Berikut rangkuman lengkap dari apa yang sempat dicoba langsung, lengkap dengan detail yang menurut saya paling penting untuk diketahui.

Warna Bergendi Jadi Pengganti Cosmic Orange

Empat pilihan warna iPhone 18 Pro: Black, Silver, Glacier, Burgundy
Empat pilihan warna iPhone 18 Pro: Black, Silver, Glacier, Burgundy

Rumor soal warna baru ternyata benar terjadi. iPhone 18 Pro series kini punya warna bergendi yang cenderung keunguan, menggantikan posisi Cosmic Orange yang resmi tidak dilanjutkan lagi. Selain bergendi, ada juga warna Glacier yang birunya lebih muda dan mengingatkan pada iPhone 13 Pro series, serta warna hitam yang kembali hadir setelah sempat absen.

Dari empat pilihan warna yang tersedia, bergendi menjadi favorit karena kesannya netral. Warna ini terasa cocok dipakai baik oleh pengguna pria maupun wanita, dengan tampilan elegan yang tetap terlihat manis dari berbagai angle. Perubahan warna mungkin terlihat sederhana, tapi ini adalah bagian yang paling mudah dikenali orang lain sebelum tahu detail teknis di dalamnya.

Variable Aperture yang Akhirnya sampai ke iPhone

Mekanisme internal fitur variable aperture pada kamera iPhone 18 Pro

Di balik desain yang tampak mirip generasi sebelumnya, kamera iPhone 18 Pro menyimpan perubahan cukup besar. Apple menghadirkan fitur variable aperture, di mana bukaan lensa bisa diubah menjadi besar atau kecil. Bukaan besar menghasilkan efek blur latar yang lebih kuat dan cocok untuk kondisi minim cahaya karena bisa menangkap cahaya lebih banyak, sementara bukaan kecil membuat blur di belakang jadi lebih tipis.

Fitur ini sebenarnya bukan hal baru di industri smartphone. Samsung pernah memakainya beberapa tahun lalu sebelum akhirnya ditinggalkan. Baru sekarang Apple mengimplementasikannya, kemungkinan karena teknologinya sudah lebih matang sehingga implementasinya bisa lebih rapi. Apple juga membenamkan pro settings yang lebih lengkap mulai dari shutter speed, white balance, hingga ISO, namun tetap dibuat simpel untuk digunakan.

A20 Pro dan Klaim Baterai Paling Awet

Perbandingan chip A20 Pro dan peningkatan baterai iPhone 18 Pro

Peningkatan performa datang lewat chip A20 Pro yang disebut mengikuti arsitektur chip M yang biasa dipakai di Macbook, atau yang disebut Apple sebagai gaya Apple Silicon. Hasil dari perubahan ini adalah klaim baterai paling awet dan peningkatan paling signifikan dibandingkan seri iPhone sebelum-sebelumnya.

Apple menyebut iPhone 18 Pro varian eSIM bisa tahan hingga 36 jam, sementara Pro Max varian eSIM bisa mencapai 45 jam. Baterai varian eSIM memang biasanya sedikit lebih besar karena tidak ada slot SIM card fisik. Angka ini menarik untuk diuji langsung, terutama karena pengalaman memakai iPhone Pro Max sebelumnya menunjukkan baterai masih terasa pas-pasan di pemakaian harian yang berat.

Dari sisi gaming, Apple menunjukkan demo Monster Hunter yang berjalan di 120 fps dengan optimalisasi khusus untuk chip A20 Pro. Ini menandakan performa grafis yang cukup serius untuk game berat di iOS.

Siri yang Lebih Pintar tanpa Mengorbankan Privasi

Ketersediaan bahasa Siri AI, beta bahasa Inggris disusul lima bahasa lain di Oktober

iOS 27 membawa Siri ke level yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Meski demikian, Apple tetap menegaskan pendekatan privasi sebagai prioritas utama. Data pengguna diusahakan tetap tersimpan di dalam device, dan jika memang harus diproses di luar, Apple menggunakan sistem bernama Cloud Private Compute yang membuat data request ke Siri tetap aman dan tidak bisa dilihat oleh Apple sendiri.

Fitur lain yang ikut diperbarui adalah AirDrop yang kini 80 persen lebih kencang, serta fitur Parental yang memudahkan orang tua memonitor aktivitas anak. Ada juga fitur menarik bernama iPhone Hand Off, di mana dua unit iPhone bisa memiliki nomor yang sama menggunakan eSIM. Konsepnya mirip memisahkan HP kerja dan HP pribadi untuk momen santai bersama keluarga, meski implementasinya di Indonesia masih belum jelas karena baru tersedia di beberapa negara dan provider tertentu.

Harga Naik, tapi Ada Alasannya

Harga iPhone 18 Pro mulai 1199 dolar AS untuk varian 256GB

iPhone 18 Pro dibanderol mulai dari 1.199 dolar AS, naik sekitar 100 dolar dibandingkan iPhone 17 Pro. Kenaikan ini disebut dipengaruhi faktor AI dan kelangkaan RAM di pasaran. Pre-order dibuka mulai 12 September dengan pickup di 18 September, meski tanggal ini berlaku untuk pasar global, bukan Indonesia. Harga dan waktu rilis di Indonesia sendiri masih menjadi tanda tanya besar.

AirPods 5 Bawa Slider Volume ke Versi Reguler

Dua varian AirPods 5 versi biasa dan wireless charging case dengan ANC

Kalau AirPods 3 ke AirPods 4 butuh waktu tiga tahun untuk upgrade, kali ini AirPods 5 hadir hanya dua tahun setelah generasi sebelumnya. Perubahan fitur memang tidak terlalu drastis, tapi ada satu tambahan penting yaitu slider untuk mengatur volume yang sebelumnya hanya eksklusif untuk varian Pro. Sekarang fitur ini sudah bisa dinikmati di AirPods reguler.

Ada dua varian yang tersedia, yaitu versi biasa dan versi dengan ANC. Pengalaman memakai ANC di AirPods 4 sebelumnya cukup memuaskan, sehingga varian ANC di AirPods 5 layak jadi pilihan utama, terutama untuk yang tidak suka memakai earbud model silikon. Baterai juga naik sekitar 25 persen, dari 4 jam menjadi 5 jam dengan ANC aktif, plus dukungan wireless charging untuk case-nya. Harga case sendiri justru turun sekitar 30 dolar AS atau sekitar 500 ribu rupiah, membuat harga retailnya kini berada di kisaran 2,6 juta rupiah.

Sensor Baru dan Kaca Lebih Kuat di Apple Watch

Ilustrasi diagram bagian belakang Apple Watch dengan komponen LED sensor jantung terurai

Apple Watch Series 12 dan Apple Watch Ultra 4 sama-sama mengusung chip baru S11 dengan heart rate sensor yang diklaim paling akurat berkat teknologi deteksi kulit yang lebih baik. Dari sisi material, kaca yang digunakan kini Ceramic Glass 2 yang lebih tahan lecet meski belum menyamai safir, tapi tetap jadi peningkatan yang terasa.

Siri AI kini juga hadir di Apple Watch, dilengkapi fitur Audio Intelligence yang bisa mendengarkan lingkungan sekitar dan merangkum aktivitas seperti meeting menjadi catatan otomatis. Fitur ini terasa relevan bagi yang biasa mengandalkan aplikasi pencatat berbasis cloud, karena kini rangkuman bisa langsung tersimpan dari perangkat itu sendiri, dengan data yang tetap aman karena tidak dikirim keluar. Apple Health juga mendapat redesign agar hasil rangkuman olahraga dan tidur terasa lebih personal, bukan sekadar rekomendasi umum yang generik.

Pilihan Material yang Makin Beragam

Berbagai tampilan muka Apple Watch Series 12
Berbagai tampilan muka Apple Watch Series 12

Apple Watch Series 12 kini tersedia dalam tiga bahan. Varian aluminium standar hadir dalam empat warna, yaitu Space Grey, Black, White Gold, dan Dark Bronze, dengan Dark Bronze yang tampil paling menarik. Varian Titanium hadir dalam pilihan Natural Titanium dan Radiant Gold Titanium yang punya kesan warna emas. Sementara itu, bahan Ceramic kembali hadir setelah sempat absen, menjadi varian termahal dengan pilihan warna Pro White dan Dark Blue.

Apple Watch Ultra 4 sendiri tidak banyak berubah selain sensor baru, baterai yang lebih awet, dan beberapa desain watch band baru yang belum terlalu istimewa. Bagi pengguna Apple Watch Ultra generasi sebelumnya yang sudah dipakai selama tiga tahun, varian Ceramic dan Titanium jadi pertimbangan menarik untuk upgrade, meski harga Ceramic tergolong mahal. Varian Hermes juga tetap ada, meski kesannya sudah agak monoton dari tahun ke tahun.

iPhone Duo Akhirnya Punya Nama Resmi

Ukuran layar 7.6 inci pada ponsel lipat saat dibentangkan
Ukuran layar 7.6 inci pada ponsel lipat saat dibentangkan

Setelah berbulan-bulan diterka dengan nama Ultra atau Fold, nama resmi yang dipilih Apple untuk iPhone lipatnya adalah iPhone Duo. Nama ini merujuk pada dua layar yang dimiliki, dengan layar luar berukuran 5,4 inci dan layar dalam 7,6 inci. Layar dalamnya menggunakan Nano Texture, teknologi yang sebelumnya sudah dipakai di Macbook dan iPad, dan bukan berupa screen protector tambahan melainkan benar-benar menyatu dengan kaca melalui proses yang disebut di-stitch atau dijahit.

Crease atau lipatan di tengah layar tetap ada, karena bagaimanapun ini tetap HP lipat, tapi keberadaannya jadi kurang terasa mengganggu dan tidak terlalu mencolok. Hal yang paling menonjol justru datang dari sisi software, dengan animasi transisi yang terasa sangat halus dan detail. Perhatian Apple terhadap detail ini membuat pengalaman membuka dan menutup layar terasa berbeda dibandingkan HP lipat lainnya di pasaran.

Fitur Kamera dan Hardware yang Diperhitungkan Matang

iPhone Duo dalam mode Flex dengan kamera depan aktif
iPhone Duo dalam mode Flex dengan kamera depan aktif

iPhone Duo menjadi iPhone pertama yang kompatibel dengan Apple Pencil, meski dukungan ini masih berstatus coming soon dan belum pasti aktif langsung saat rilis. Untuk keamanan, perangkat ini hanya menggunakan Touch ID di sisi kanan, atau bisa juga dibuka lewat Apple Watch, sehingga pengguna punya lebih dari satu cara untuk membuka kunci perangkat.

Di layar dalam, terdapat hidden face time camera atau kamera under display. Fitur ini sebelumnya sempat dipakai di Z Fold generasi lama sebelum akhirnya dihilangkan di Z Fold 7, dan kini justru dihadirkan Apple dengan kualitas yang tampak cukup baik serta tidak terlalu mencolok keberadaannya. Untuk kamera belakang, hanya ada dua sensor yaitu kamera utama 48MP dan ultrawide, tanpa telephoto, mirip dengan pendekatan yang dipakai Z Fold 8, kemungkinan karena keterbatasan ruang di bodi yang tipis.

Salah satu detail yang paling dicari adalah kualitas speaker. Berbeda dengan Z Fold 8 yang speakernya berubah menjadi mono saat layar dibuka, iPhone Duo tetap mempertahankan suara stereo baik saat digunakan dalam posisi tertutup maupun terbuka, karena posisi speaker sudah disesuaikan sejak awal. Dari sisi build quality, perangkat ini sudah mengusung sertifikasi IP68 water resistant, dengan hinge yang terasa rapat dan flat saat dibuka, menandakan pendekatan konstruksi yang terasa lebih solid dibandingkan implementasi serupa dari Samsung.

Harga Tinggi yang Masih Terasa Wajar

Harga varian tertinggi iPhone Duo 2TB tembus 56,1 juta rupiah

iPhone Duo dibanderol di bawah 2.000 dolar AS untuk varian 256GB, dengan pilihan tertinggi mencapai 2TB yang harganya bisa disetarakan dengan uang muka mobil. Selisih harga ini memang cukup jauh, sekitar 10 juta rupiah lebih tinggi dibandingkan Z Fold 8, tapi dari pengalaman memegang langsung, nilai yang ditawarkan terasa sepadan dengan apa yang didapat, baik dari sisi build quality maupun pengalaman software yang jelas berbeda dari kompetitor.

Semua produk baru ini menunjukkan pola yang sama, yaitu Apple tidak buru-buru mengejar fitur pertama di industri, tapi lebih memilih menunggu sampai teknologinya benar-benar matang sebelum diterapkan. Variable aperture, kamera under display, hingga desain hinge iPhone Duo adalah contoh nyata bagaimana Apple mengambil konsep yang sudah pernah dicoba brand lain, lalu mengeksekusinya dengan pendekatan yang lebih diperhitungkan dari sisi pengalaman pengguna. Pertanyaan besarnya sekarang bukan lagi soal fitur apa yang ditawarkan, tapi kapan semua ini benar-benar bisa dirasakan oleh pengguna di Indonesia.

Comment

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berbagi pendapat!