Highlight
Bestindotech- Vivo X500 Series melahirkan varian baru bernama Pro Max, posisi tertinggi yang sebelumnya dipegang oleh varian Pro.
- Vivo X500 regular kini berlayar 6,59 inci dengan refresh rate hingga 144Hz dan peak brightness 4000 nits, lebih besar dari X300 yang compact.
- Vivo X500 Pro Max membawa telephoto 200MP dengan zoom 3,7x plus photographer kit tambahan hingga 400mm, ditenagai Dimensity 9600 Pro 2nm dan baterai 7800 mAh.
Where to Buy
3 products
Bestindotech may earn a commission from these links, at no extra cost to you.
Setiap kali sebuah brand mengganti nama tertinggi di lini flagship-nya, itu bukan sekadar urusan penamaan. Ada pergeseran posisi, ada penambahan fitur yang harus menjustifikasi tingkatan baru itu, dan biasanya ada perubahan filosofi desain yang ikut menyertainya. Perubahan seperti ini sering kali jadi indikator ke mana arah sebuah seri akan bergerak di generasi-generasi berikutnya.
Hal itu yang terjadi pada Vivo X500 Series. Lini flagship Vivo ini lahir dengan wajah baru, termasuk kehadiran varian yang sebelumnya tidak pernah ada di keluarga X series, yaitu Pro Max. Ada tiga varian yang diperkenalkan secara global maupun China version, dan dua di antaranya akan masuk ke Indonesia.
Tiga Varian Vivo X500 dan yang Masuk Indonesia

Vivo X500 Series total memiliki tiga varian, yaitu X500 Regular, X500 Pro, dan yang paling tinggi X500 Pro Max. Namun dari ketiganya, yang masuk ke Indonesia hanya dua, yaitu X500 Regular dan X500 Pro Max.
Untuk detail storage dan harga, informasi resminya belum tersedia dari Vivo Indonesia. Namun jika mengacu pada generasi sebelumnya, kemungkinan varian yang masuk ada di kapasitas 256GB dan 512GB. Yang menarik, di varian Pro Max terdapat opsi storage 1TB, meski belum jelas apakah varian ini juga akan hadir di pasar Indonesia.
Desain Nyeleneh Vivo X500 yang Justru Jadi Daya Tarik

Vivo X500 tampil paling berbeda secara desain dibandingkan saudara-saudaranya di lini Pro dan Pro Max. Di bagian belakang, modul kameranya memakai konsep double step, satu frame besar dan satu bulatan kecil di sisi kiri yang menjadi ciri khas X series sebelumnya, namun kini ukurannya lebih mengecil.
Bodi Vivo X500 juga tidak lagi sekecil X300 Series yang dikenal compact. Layarnya kini berukuran 6,59 inci dengan panel 1.5K LTPS, refresh rate yang bisa berubah dari 60, 90, 120, hingga 144Hz, serta peak brightness di angka 4000 nits. Dengan ukuran ini, Vivo X500 secara tidak langsung menciptakan segmen baru yang berada di tengah antara ukuran compact seri standar dan ukuran besar seri Pro.
Kamera dan Dapur Pacu Vivo X500 Regular

Di bagian kamera, Vivo X500 tetap membawa tiga lensa di belakang. Main kamera 50MP menggunakan sensor Sony LYT-828 dengan focal length 23mm yang tergolong lebar. Telephoto-nya memakai sensor 64MP LYT-610 dengan jangkauan 3,1x optical zoom di 72mm, sementara ultrawide dan kamera selfie sama-sama berada di 50MP.
Varian ini juga mendapat Teleconverter Kit, meski ukurannya lebih kecil dibanding yang dimiliki seri Pro Max. Untuk dapur pacu, Vivo X500 mengandalkan chipset Dimensity 9600M dengan fabrikasi 3nm, yang secara spesifikasi mirip dengan Dimensity 9500 yang sebelumnya dipakai X300 Regular.
Baterai Vivo X500 berkapasitas 7500 mAh dengan teknologi BlueVolt, ditopang pengisian daya 90W wired dan 40W wireless. Tersedia dalam tiga pilihan warna, yaitu Putih, Grey, dan Black, semuanya menggunakan material Frosted AG Glass. Perangkat ini sudah berjalan dengan Origin OS 7 dan Android 17 out of the box.
Kenapa Vivo X500 Regular Layak Dilirik

Dari semua varian, Vivo X500 Regular dinilai sebagai yang paling unik dan paling cocok jadi entry point bagi yang ingin mencoba flagship Vivo. Ukurannya yang berada di tengah-tengah antara compact dan besar, baterai yang cukup besar, serta kamera yang tetap lengkap membuat perangkat ini terasa lebih serbaguna dan bisa masuk ke lebih banyak preferensi pengguna.
Soal desain yang di awal terlihat nyeleneh, setelah dipegang selama dua hari, tampilannya justru mulai bisa diterima. Meski begitu, di awal pemakaian posisi modul kamera yang tidak biasa memang sempat terasa mengganggu bagi yang terbiasa dengan tata letak simetris.
Vivo X500 Pro yang Compact tapi Tak Masuk Indonesia

Vivo X500 Pro membawa ukuran paling kecil dan paling Compact di antara ketiga varian, mengingatkan pada bodi X300. Sayangnya, seri ini dipastikan tidak masuk ke pasar Indonesia.
Layarnya berukuran 6,36 inci dengan panel 1.5K LTPO dan peak brightness mencapai 4500 nits, angka tertinggi di antara seluruh varian X500. Untuk kamera, main lensa 50MP dilengkapi gimbal grade OIS, telephoto 64MP dengan sensor LYT-610 namun focal length lebih jauh di 85mm atau setara 3,7x zoom, sementara ultrawide dan selfie tetap di 50MP.
Chipsetnya menggunakan Dimensity 9600 Pro dengan fabrikasi 2nm. Karena ukuran bodinya paling kecil, baterainya pun paling kecil di 6510 mAh dengan teknologi BlueVolt, serta charging 90W wired dan 40W wireless. Meski tidak masuk Indonesia, spesifikasi Vivo X500 Pro terbilang mendekati bahkan menyundul kemampuan Pro Max.
Vivo X500 Pro Max sebagai Titisan X300 Pro

Vivo X500 Pro Max menjadi varian tertinggi sekaligus penamaan baru di lini X series. Perangkat ini bisa dibilang sebagai titisan dari Vivo X300 Pro, dengan layar berukuran 6,85 inci yang jauh lebih besar bahkan melampaui X300 Ultra. Panelnya memakai teknologi LTPO dengan resolusi 2K dan peak brightness 4400 nits.
Setup kamera masih mirip dengan X300 Pro. Main kamera 50MP dilengkapi gimbal grade OIS dan kemampuan autofocus tracking 60fps yang membuat penangkapan fokus jadi lebih cepat. Telephoto-nya melompat ke 200MP dengan zoom 3,7x atau focal length 85mm, dan juga dibekali teknologi autofocus cepat yang sama. Ultrawide dan selfie tetap berada di 50MP.
Varian Pro Max mendapat photographer kit dengan dua lensa tambahan, satu di focal length 400mm dan satu lagi lebih pendek di 2,5x zoom. Selisih resolusi telephoto yang jauh lebih tinggi dibanding dua varian lain ini menunjukkan Pro Max memang diposisikan untuk pengguna yang serius mengejar hasil zoom jarak jauh.
Performa dan Baterai Terbesar di Keluarga X500

Chipset Vivo X500 Pro Max menggunakan Dimensity 9600 Pro dengan fabrikasi 2nm, sama seperti varian Pro namun dengan storage paling besar hingga 1TB. Baterainya juga menjadi yang terbesar di keluarga X500, yaitu 7800 mAh dengan teknologi BlueVolt.
Menariknya, seluruh varian X500, mulai dari Regular, Pro, hingga Pro Max, memiliki kecepatan charging yang sama, yaitu 90W untuk wired dan 40W untuk wireless. Perangkat ini juga sudah menjalankan Origin OS 7 dan Android 17 out of the box. Meski dari segi nama Pro Max menjadi yang paling atas, dari segi ukuran bodi perangkat ini sebenarnya menggambarkan X300 Pro, hanya saja dengan performa yang lebih kencang dan sektor kamera yang mengalami upgrade signifikan.
Regular yang Nyeleneh Justru Paling Menarik Perhatian

Dari eksplorasi tipis-tipis terhadap Vivo X500 Series yang baru saja diluncurkan di Shanghai ini, dua varian yang akan hadir di Indonesia, yaitu X500 Regular dan X500 Pro Max, sama-sama punya daya tarik tersendiri. Pro Max jelas menawarkan spesifikasi kamera dan performa yang lebih matang sebagai penerus filosofi X300 Pro.
Namun ada opini yang mungkin terdengar tidak populer, yaitu justru Vivo X500 Regular dengan desain yang dianggap nyeleneh ini yang lebih menarik perhatian. Bentuknya yang berbeda dari kebanyakan flagship lain memberi karakter tersendiri, dan kombinasi ukuran tengah, baterai besar, serta kamera lengkap membuatnya terasa sebagai paket yang lebih seimbang untuk penggunaan sehari-hari.
Pada akhirnya, kehadiran Pro Max menandai ambisi Vivo untuk naik kelas di segmen flagship, tapi justru varian Regular yang membuktikan bahwa desain berani terkadang lebih meninggalkan kesan dibanding sekadar mengejar spesifikasi tertinggi.

Comment