GOTM Juli 2026: 6 Gadget EDC Edisi Upgrade yang Dibawa Sehari-hari

GOTM Juli 2026: 6 Gadget EDC Edisi Upgrade yang Dibawa Sehari-hari

Highlight

Bestindotech
  • Edisi GOTM Juli 2026 bertema upgrade, berisi enam gadget EDC yang dibawa sehari-hari, dari power bank sampai jam tangan.
  • Handheld gaming AYN Thor berlayar ganda dan kamera Insta360 Luna Ultra dua lensa jadi sorotan utama.
  • Ada juga Fitbit dari Google untuk tracking kesehatan dengan AI coaching, plus Seiko Presage hadiah 10 tahun.

Where to Buy

6 products

Bestindotech may earn a commission from these links, at no extra cost to you.

Barang yang dibawa setiap hari punya cara tersendiri untuk berevolusi. Seiring waktu, gadget lama yang setia menemani perlahan digantikan versi yang lebih baru dan lebih matang. Edisi Gadget of the Month kali ini mengangkat tema upgrade, mengumpulkan enam benda yang jadi bagian dari everyday carry, mulai dari yang mengisi daya, menemani bermain, sampai yang menghias pergelangan tangan.

Semua produk di sini dipilih sebagai peningkatan dari perangkat sebelumnya, dengan alasan yang jelas kenapa layak dilirik. Ada yang membawa fitur baru, ada yang menawarkan kepraktisan lebih, dan ada pula yang punya nilai personal. Berikut enam gadget upgrade yang jadi andalan sepanjang Juli 2026.

Genki Energy Pack yang Membawa Layar ke Power Bank MagSafe

Genki Energy Pack 10.000mAh dengan bahan rubber oranye

Produk pertama adalah power bank MagSafe dari brand Genki bernama Energy Pack, upgrade dari power bank MagSafe sebelumnya. Speknya sebenarnya mirip dengan pendahulunya di 10.000 mAh dan output USB-C 30W, sehingga pengisian terasa kencang bila memakai kabel, sementara MagSafe-nya berfungsi untuk menempel ke HP. Perangkat ini juga disertai kabel flat yang membuat tampilannya lebih rapi.

Daya tarik utamanya ada pada layar di badan power bank yang menampilkan output, lengkap dengan indikator wireless atau wired sesuai cara pengisian. Fitur ini memungkinkan memantau charging curve, misalnya sampai 30W saat baterai iPhone rendah, lalu turun ke 20W menjelang 60 sampai 70 persen, dan di bawah 10W saat melewati 80 persen. Desainnya berwarna oranye dengan bahan rubber yang terasa premium dan fun di tangan. Genki sendiri dikenal membuat aksesori untuk perangkat gaming seperti Nintendo Switch dan Steam Deck, sehingga Energy Pack pun bisa menempel ke case Nintendo Switch buatan mereka. Harganya kini turun menjadi sekitar 700 ribuan dari sebelumnya hampir 1 juta, menjadikannya menarik untuk yang mencari power bank berdesain cakep dengan layar dan fast charging.

AYN Thor dan Nostalgia Handheld Dua Layar

AYN Thor dengan dua layar OLED 120Hz bentuk clamshell

Produk kedua adalah handheld gaming clamshell dari brand AYN bernama Thor, yang dibawa setiap hari di dalam tas. Perangkat ini berbasis Android dengan dua layar menyerupai Nintendo DS, membangkitkan nostalgia pada handheld dua layar. Spesifikasinya tergolong mantap, dengan Snapdragon 8 Gen 2, active cooling berupa kipas di belakang, dua layar OLED 120Hz, baterai 6000 mAh dengan passthrough charging, dan penyimpanan yang bisa diperluas lewat MicroSD.

Snapdragon 8 Gen 2 sudah cukup untuk menjalankan berbagai emulator sampai konsol modern, meski proses setup emulatornya butuh waktu dan tergolong menantang. Selain emulator, perangkat ini juga dipakai untuk bermain game native dari Steam, khususnya game indie ringan seperti Celeste, Dave the Diver, Hades, dan Tennis Elbow 4 yang mekanik fisiknya realistis. Sebagai upgrade dari clamshell sebelumnya, AYN Thor menawarkan chipset lebih kencang, dua layar OLED, dan baterai lebih besar.

Selling point utamanya ada pada bentuk yang super compact, jauh lebih kecil dibanding Steam Deck sehingga mudah dimasukkan ke tas, dengan tombol dan analog full size yang tetap nyaman. Karena berbasis Android, perangkat ini juga bisa dipakai layaknya HP untuk menonton YouTube dan mengakses Play Store. Keunggulan yang tidak dimiliki handheld lain adalah dua layarnya, yang selain untuk bermain Nintendo DS juga berguna menampilkan tutorial atau build game di layar bawah saat bermain. Ketersediaannya di Indonesia tergolong terbatas, dengan pre-order di kisaran 7 sampai 8 jutaan dan versi Pro 256GB sekitar 9 jutaan, harga yang lumayan dibanding Steam Deck, meski keunggulannya ada pada bentuk ringkas dan setup yang mudah.

Soundcore Liberty 5 Pro sebagai TWS Serba Bisa untuk Travel

Soundcore Liberty 5 Pro warna biru dengan casing bergaya fidget

Produk ketiga adalah TWS Soundcore Liberty 5 Pro, yang jadi solusi saat travel karena satu TWS sering tidak cukup untuk penerbangan panjang. Desainnya menarik dengan casing yang bisa digeser ke atas seperti fidget, lengkap dengan layar yang bukan sekadar gimmick karena responsif untuk mengatur suara, berfungsi sebagai remote kamera, mencari posisi, sampai pairing Bluetooth tanpa perlu tap sana-sini. Bentuknya sendiri mengingatkan pada Bose yang dikenal nyaman.

Ketika AirPods sempat bermasalah di tengah penerbangan, Soundcore ini justru naik jadi andalan, dan noise cancelling-nya ternyata rapat dengan kualitas suara yang bisa diatur lebih detail lewat banyak parameter di aplikasi. Keunggulan lainnya adalah kemampuan pairing hingga tiga perangkat, dengan pemilihan device yang mudah lewat aplikasi, sangat praktis bagi yang memakai banyak gadget sekaligus. Kualitas mikrofonnya juga jadi nilai jual berkat AI yang menyaring frekuensi di luar suara pengguna, dan pemakaian lama terasa nyaman tanpa membuat telinga sakit. Kekurangannya ada pada build quality yang berbahan plastik dan terasa kurang mewah, dengan harga di kisaran 2,5 jutaan. Ada versi lebih mahal sekitar 3 jutaan yang isinya sama persis, hanya berbeda pada casing dengan layar lebih besar.

Insta360 Luna Ultra dan Kamera Gimbal Dua Lensa

Spesifikasi dua lensa Insta360 Luna Ultra kolaborasi Leica

Produk keempat adalah Insta360 Luna Ultra, kamera dengan gimbal yang menjadi pesaing kelas Osmo Pocket dan baru rilis di awal Juli. Perangkat ini langsung dibeli untuk menjawab kekurangan DJI Pocket sebelumnya yang hanya punya satu lensa tanpa opsi zoom. Luna Ultra hadir dengan dua lensa, yaitu 20mm dan 60mm atau 1x dan 3x, dengan gimbal stabilizer di bawahnya, layar, serta joystick untuk mengontrol zoom, misalnya untuk memperbesar ke arah Haris dari kejauhan.

Dengan adanya zoom, setup ini terasa komplit sehingga tidak perlu lagi membawa kamera mirrorless besar berlensa zoom untuk memotret detail produk. Vlog perjalanan tiga hari bersama Samsung Galaxy Z Fold juga seluruhnya diambil dengan kamera ini. Pembeda utamanya dibanding DJI Osmo Pocket 4P ada pada layar yang bisa dicopot, yang ternyata juga berfungsi sebagai mikrofon, sehingga perekaman cukup mengandalkan mikrofon bawaan tanpa mic wireless dan hasilnya sudah cukup baik.

Kekurangannya ada pada software, yang wajar mengingat ini kamera jenis baru bagi Insta360. Layout-nya masih terasa kurang praktis, misalnya setelah mengganti pengaturan tidak bisa langsung merekam dan harus kembali dulu, serta ada kasus auto ISO yang melebihi batas sehingga gambar menjadi soft. Meski begitu, kualitas lensanya sudah oke, apalagi setelah update software yang membuatnya responsif. Harganya sedikit lebih mahal dari DJI Osmo Pocket 4P dengan starting sekitar 13 juta, tapi tetap layak berkat fitur layar mikrofon tadi, kolaborasi warna dengan Leica, kombinasi dua lensa, dan yang paling penting adalah case bawaannya. Berbeda dari DJI yang tidak menyertakan case untuk kamera gimbal yang rawan rusak, Luna Ultra sudah dilengkapi case yang dinilai jenius dan seamless dipakai.

Fitbit dari Google untuk Pantauan Kesehatan Berbasis AI

Google Fitbit Air dengan strap kain dan dock charging

Produk kelima adalah wearable dari Google berupa Fitbit, yang dipakai sekitar dua sampai tiga minggu sepanjang Juli. Alasannya adalah rasa bosan dengan Apple Watch setelah lebih dari tiga tahun, dan setelah mencoba berbagai smartwatch lain, Fitbit ini menawarkan pendekatan berbeda. Perangkat ini murni tracker tanpa layar dan notifikasi, dengan daya tarik utama pada sisi software lewat aplikasi Google Health, yang bisa memantau kardio, tidur, langkah, sampai skor readiness sebagai gambaran kesiapan menjalani hari.

Dibanding smart ring yang tracking aktivitasnya kurang akurat karena tidak selalu aktif, Fitbit ini menghitung lebih menyeluruh karena sensornya menyala terus tanpa perlu boros baterai untuk layar. Dibanding Apple Watch yang mengharuskan menyalakan mode olahraga secara manual, Fitbit mendeteksinya secara otomatis. Fitur paling menarik adalah coaching berbasis AI, yang saat pembelian disertai tiga bulan premium atau langsung termasuk bagi pengguna Google AI Pro, memungkinkan bertanya seperti meminta tips agar tubuh cepat menyesuaikan diri saat bepergian jauh. Meski bukan pengganti dokter, fitur ini berguna memberi pengetahuan umum soal kesehatan. Harganya sekitar hampir 3 juta di Indonesia, dengan harga lebih murah di luar negeri seperti sekitar 1,8 juta di Amerika.

Seiko Presage Cocktail Time yang Jadi Hadiah Spesial

Seiko Presage Cocktail Time SSA459J1 dengan dial hijau

Penutup edisi ini adalah sebuah jam tangan, yaitu Seiko Presage seri Cocktail Time dengan reference number SSA459J1, hadiah dari sang istri untuk anniversary 10 tahun Bestindotech sehingga terasa spesial. Berbeda dari beberapa jam Seiko yang terasa seperti referensi ke desain lain, seri ini merupakan ide orisinal, hasil kolaborasi dengan bartender Jepang Ishigaki Shinobu pada 2010. Jam ini didesain sebagai dress watch yang tetap cocok untuk pemakaian harian, sehingga terasa versatile.

Dialnya berwarna hijau yang terinspirasi dari koktail Mockingbird, dengan automatic movement in-house Seiko tipe kaliber 4R57 yang memiliki power reserve 41 jam pada sub-dial, penanggalan di sisi kanan, dan open case back di belakang. Strap-nya memakai model buckle yang bisa dijepit tanpa perlu dimasukkan, dan dibuka cukup dengan menekan, terasa simpel. Dari sisi harga, jam ini tidak semahal jam mewah kelas atas, tapi punya sejarah dan asal-usul yang jelas serta nilai yang baik, menjadikannya pilihan pas untuk hadiah atau momen spesial.

Enam Upgrade yang Melengkapi Keseharian

Enam gadget EDC edisi upgrade GOTM Juli 2026

Dari power bank berlayar, handheld dua layar, TWS serba bisa, kamera gimbal dua lensa, tracker kesehatan pintar, sampai jam tangan bernilai personal, edisi upgrade ini menunjukkan bahwa peningkatan tidak selalu soal membeli yang paling mahal. Sering kali, upgrade yang paling terasa adalah yang menjawab kebutuhan nyata sehari-hari, entah menambah kepraktisan, kenyamanan, atau sekadar kesenangan saat memakainya. Enam gadget ini menjadi bukti bagaimana everyday carry terus berkembang mengikuti kebiasaan penggunanya.

Comment

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berbagi pendapat!